Senin, 27 Oktober 2014

Beside

Janganlah kamu berada di belakangku karena aku tidak mau memimpin,dan janganlah kamu berada didepanku karena aku tidak mau dipimpin. Tapi berjalanlah disampingku,karena aku ingin kita akan berjalan bersama tuk saling melengkapi dan saling mengingatkan.

Minggu, 26 Oktober 2014

aku mencintaimu seperti bumi mencintai mataharinya

       Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar. Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang. Namun tanpa lidah,cinta ternyata lebih terang. Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya. Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta. Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya. bagaikan keledai terbaring dalam lumpur. Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan.
        Ku mencintaimu Seperti bumi. Mencintai titah Tuhannya tak pernah lelah menanggung beban derita.Tak pernah lelah menghisap luka. Ku mencintaimu seperti matahari. Mencintai titah Tuhannya. Tak pernah lelah membagi cerah cahaya tak pernah lela menghangatkan jiwa. Ku mencintaimu seperti air mencintai titah Tuhannya. Tak pernah lelah membersihkan lara tak pernah lelah menyejukkan dahaga. Ku mencintaimu seperti bunga. Mencintai titah Tuhannya tak pernah lelah menebar mekar aroma bahagia tak pernah lelah meneduhkan gelisah nyala.

"aku mencintaimu seperti bumi mencintai mataharinya"

Minggu, 12 Oktober 2014

Abu dalam mimpi semalam

Terkadang kita tak menemukan akhir perjalanan ini, tersesat bahkan terjebak dalam lingkaran hitam. Entah mengapa terkadang hidup seseorang bisa berubah dalam tiap detiknya. Terkadang pula tak bisa merasakan untuk apa kita disini. Rasanya ingin mengakhiri semua ini, agar yang lain mendapat kebahagiannya setelah awan hitam itu pergi menjauh darinya. Apakah ini sudah titik terjenuhku,hingga akhirnya aku tersungkur dan merasa terabaikan. Apakah aku salah ? Mengapa usahaku tak dihargai? Apakah kalian enggan melihatku sebagai manusia disini.
Apakah aku hanya sebagai kertas lusuh yang enggan engkau baca dan kau sentuh, ataukah engkau ingin membakarku saja hingga menjadi serpihan abu.
Aku hilang arah,hilang kendali karena kebahagiaanku terkikis ombak dalam banjir semalam bahkan aku tak sempat melihat indahnya bintang dalam kisi kusen jendela sudut kamarku.
Setidaknya aku masih melihat sinar matahari yang berusaha masuk menerobos celah-celah atap yang menandakan hari ini sudah pagi. Walau luka lama masih membekas dalam mimpi semalam.
Matahari terangilah hatiku dengan sinarmu agar aku merasa selalu hangat dan terang dalam alunan dentang jam dalam hari sepiku. Aku ingin bahagia seperti yang lain, terangilah aku dengan sinarmu sebagai penguatku bahwa hari ini Tuhan masih memberikan kesempatan untukku menjadi lebih baik dan mencari hiburan dari luka semalam.

Sumber : http://bocah-alus.blogspot.com/2013/03/membuat-emoticon-lucu-pada-komentar-blog.html#ixzz2oPhtm65W