Minggu, 12 Oktober 2014

Abu dalam mimpi semalam

Terkadang kita tak menemukan akhir perjalanan ini, tersesat bahkan terjebak dalam lingkaran hitam. Entah mengapa terkadang hidup seseorang bisa berubah dalam tiap detiknya. Terkadang pula tak bisa merasakan untuk apa kita disini. Rasanya ingin mengakhiri semua ini, agar yang lain mendapat kebahagiannya setelah awan hitam itu pergi menjauh darinya. Apakah ini sudah titik terjenuhku,hingga akhirnya aku tersungkur dan merasa terabaikan. Apakah aku salah ? Mengapa usahaku tak dihargai? Apakah kalian enggan melihatku sebagai manusia disini.
Apakah aku hanya sebagai kertas lusuh yang enggan engkau baca dan kau sentuh, ataukah engkau ingin membakarku saja hingga menjadi serpihan abu.
Aku hilang arah,hilang kendali karena kebahagiaanku terkikis ombak dalam banjir semalam bahkan aku tak sempat melihat indahnya bintang dalam kisi kusen jendela sudut kamarku.
Setidaknya aku masih melihat sinar matahari yang berusaha masuk menerobos celah-celah atap yang menandakan hari ini sudah pagi. Walau luka lama masih membekas dalam mimpi semalam.
Matahari terangilah hatiku dengan sinarmu agar aku merasa selalu hangat dan terang dalam alunan dentang jam dalam hari sepiku. Aku ingin bahagia seperti yang lain, terangilah aku dengan sinarmu sebagai penguatku bahwa hari ini Tuhan masih memberikan kesempatan untukku menjadi lebih baik dan mencari hiburan dari luka semalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sumber : http://bocah-alus.blogspot.com/2013/03/membuat-emoticon-lucu-pada-komentar-blog.html#ixzz2oPhtm65W