Sabtu, 08 November 2014

Ada doa dari hati yang seadanya, yang terlipat sederhana, kan slalu terjaga untuk dia yg disana =-) #AR

Senin, 27 Oktober 2014

Beside

Janganlah kamu berada di belakangku karena aku tidak mau memimpin,dan janganlah kamu berada didepanku karena aku tidak mau dipimpin. Tapi berjalanlah disampingku,karena aku ingin kita akan berjalan bersama tuk saling melengkapi dan saling mengingatkan.

Minggu, 26 Oktober 2014

aku mencintaimu seperti bumi mencintai mataharinya

       Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar. Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang. Namun tanpa lidah,cinta ternyata lebih terang. Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya. Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta. Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya. bagaikan keledai terbaring dalam lumpur. Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan.
        Ku mencintaimu Seperti bumi. Mencintai titah Tuhannya tak pernah lelah menanggung beban derita.Tak pernah lelah menghisap luka. Ku mencintaimu seperti matahari. Mencintai titah Tuhannya. Tak pernah lelah membagi cerah cahaya tak pernah lela menghangatkan jiwa. Ku mencintaimu seperti air mencintai titah Tuhannya. Tak pernah lelah membersihkan lara tak pernah lelah menyejukkan dahaga. Ku mencintaimu seperti bunga. Mencintai titah Tuhannya tak pernah lelah menebar mekar aroma bahagia tak pernah lelah meneduhkan gelisah nyala.

"aku mencintaimu seperti bumi mencintai mataharinya"

Minggu, 12 Oktober 2014

Abu dalam mimpi semalam

Terkadang kita tak menemukan akhir perjalanan ini, tersesat bahkan terjebak dalam lingkaran hitam. Entah mengapa terkadang hidup seseorang bisa berubah dalam tiap detiknya. Terkadang pula tak bisa merasakan untuk apa kita disini. Rasanya ingin mengakhiri semua ini, agar yang lain mendapat kebahagiannya setelah awan hitam itu pergi menjauh darinya. Apakah ini sudah titik terjenuhku,hingga akhirnya aku tersungkur dan merasa terabaikan. Apakah aku salah ? Mengapa usahaku tak dihargai? Apakah kalian enggan melihatku sebagai manusia disini.
Apakah aku hanya sebagai kertas lusuh yang enggan engkau baca dan kau sentuh, ataukah engkau ingin membakarku saja hingga menjadi serpihan abu.
Aku hilang arah,hilang kendali karena kebahagiaanku terkikis ombak dalam banjir semalam bahkan aku tak sempat melihat indahnya bintang dalam kisi kusen jendela sudut kamarku.
Setidaknya aku masih melihat sinar matahari yang berusaha masuk menerobos celah-celah atap yang menandakan hari ini sudah pagi. Walau luka lama masih membekas dalam mimpi semalam.
Matahari terangilah hatiku dengan sinarmu agar aku merasa selalu hangat dan terang dalam alunan dentang jam dalam hari sepiku. Aku ingin bahagia seperti yang lain, terangilah aku dengan sinarmu sebagai penguatku bahwa hari ini Tuhan masih memberikan kesempatan untukku menjadi lebih baik dan mencari hiburan dari luka semalam.

Minggu, 28 September 2014

Mungkin Sudah Saatnya

     Sebelum aku melakukannya, izinkan aku menyampaikan sepatah dua kata atau bahkan mungkin lebih. Mungkin ini sudah saatnya, sudah saatnya kembali ketitik nol. Dimana aku memulai hal yang baru di waktu yg sedikit berbeda di tahun yg baru pada detik yg menanti dengan lembaran baru. Bulan september bagiku adalah hari sejarah, Allah menakdirkan aku untuk bertemu denganmu di bulan itu. Dimana Allah telah mengijinkan aku untuk merasakan kasih sayang, cinta yang tulus tanpa ada perihal maupun lampiran yang harus aku ajukan kepada Tuhan untuk meminta surat lamaran cinta yang ku tulis bahkan sering kali ku mengangkat kedua tanganku ketika hatiku sedang berharap lebih. Mungkin Allah sudah terlalu bosan mendengarkan namamu dalam setiap doaku.
      Untukmu sang langit merah di ufuk timur dalam lamunan subuh, aku katakan sekali lagi " Aku sangat mencintaimu, tanpa dusta" Terima kasih engkau masih tersenyum padaku meski yang ku rasakan adalah senyuman pahit yang harus ku simpan dalam hati. Tak secuilpun aku membencimu, meski ku tahu perjuanganku sedikit tak dihargai. Aku mengerti kamu mencoba tuk setia dengan pasanganmu meski engkau telah sedikit berbohong padaku, aku menerimanya dan mencoba untuk mengikhlaskan dirimu.
       Melihat, memikirkan dan mendoakanmu dari kejauhan itu yang membuatku bahagia. Dari kejauhan aku berusaha memperbaiki diriku, memperdalam keahlianku dan sedikit menampakkan kelebihanku demi menarik perhatianmu atau mungkin setidaknya suatu saat nanti ketika Allah mengijinkan kita untuk menjadikanmu imam yg akan menjadi sahabat dunia akhiratku, aku bisa mewariskan semua kemampuanku kepada anak-anak kita kelak. Aku mulai dari belajar dari yang kecil hingga belajar mengurus segala macam urusan rumah tangga bahkan sudah kusiapkan nama untuk anak-anak kita.
       Tak tega jika aku merebutmu dari cintanya, karena aku adalah seorang wanita yang juga pasti merasakan bagaimana sakit dan kecewa ketika pria yang dicintainya mencintai wanita lain. Aku yakin ia adalah wanita yang baik, tolong jaga hatinya.
       Kepada sang fajar tetaplah menjadi pribadi dewasa yang hangat dan menyenangkan. Mungkin ini saatnya aku melepaskan perjuangan hatiku, setidaknya bibirku ini masih bisa tersenyum ketika kelak engkau di wisuda dan aku tidak bisa melihatmu lagi seseorang yang membuatku bersemangat walau ia tak memberikan apa-apa untukku karena bagiku melihatmu saja hatiku sudah merasa tenang.
      Aku tak lelah maupun menyerah tapi sampai kapan hatiku akan terkoyak lebih dalam lagi, rasanya sulit sekali menahan air mataku. Ya Allah, mengapa aku air mata ini tak kunjung mengering yang selalu membasahi kedua pipiku dan kelopak mataku yang selalu sembab setiap malamnya
      Jika aku bukan jalanmu, ku berhenti mengharapkanmu, jika aku memang tercipta untukmu ku kan memilikimu, Jodoh pasti bertemu. Jika memang kau terlahir hanya untukku kau akan kembali pada tubuh ini, kunikmati rindu yang datang membunuhku, untukmu seluruh nafas ini.

Untukmu: langit merah di ufuk timur dalam lamunan subuh
Dari: mawar merah yg menunggu sinar fajar dan hidup abadi menua bersamanya

Jumat, 26 September 2014

Pura-pura

Ku terbangkan serpihan kertas itu
Biarlah dia terbang tinggi
Menuju kemanapun yg ia inginkan
Biarlah ia terpisah dari ingatan kecilku
Walau teramat begitu melekat
Tapi terlalu banyak angan,
tuk membasahi kertas itu dengan tinta
Tidakkah kamu paham
Hati ini ingin melukis kisah kita
Dalam album kenangan ingatanku
Tapi aku hanya bisa melukismu,
dengan air mataku
Tidakkah kamu paham
Belum pernah merasakan sekeras ini
Benturan hati yang aku terima
Belum pernah merasakan sekeras ini
Kepura-puraan hatiku menerima semua ini


Minggu, 21 September 2014

Kue Lapis Coklat Keju

Bahan Sponge Coklat
 
75 gr Terigu Kunci Biru
400 gr Kuning telur
500 gr Gula
625 gr Putih telur
150 gr Gula(kocok putih telur + gula)
125 gr Coklat bubuk
1875 gr Total adonan
 
Bahan Sirup
100 gr Gula
300 gr Air
400 gr Total adonan


Bahan Ganache Coklat
500 gr Dark Chocolate Compound
200 gr Cream Cair
50 gr Susu Cair Indomilk
100 gr Campuran Cream Kocok
 850 gr Total adonan
 
Bahan Ganache Putih  

750 gr White Chocolate Compound
250 gr Cream cair
50 gr Susu cair Indomilk
100 gr Cream Cheese
100 gr Campuran cream kocok
1250 gr Total adonan
 
Bahan Hiasan / Topping

 100 gr Apricot slice
 100 gr Cherry
 200 gr Total adonan
 
Cara Membuat Sponge Coklat

  1. Kocok kuning telur dan gula hingga mengembang, sisihkan.
  2. Kocok putih telur hingga setengah mengembang, kemudian tambahkan gula, kocok hingga kaku.
  3. Masukan campuran Terigu Kunci Biru dan coklat bubuk ke dalam adonan kuning telur selang-seling dengan adonan putih telur, aduk hingga rata.
  4. Tuang adonan ke dalam 3 loyang ukuran 22 x 22 cm, ratakan.
  5. Panggang dalam oven bersuhu 200 c selama 15- 20 menit, lalu angkat.

Cara Membuat Ganache Coklat

  1. Panaskan cream cair dan Susu Cair Indomilk, Lalu tambahkan dark chocolate compound , aduk hingga mencair , sisihkan . Diamkan , selama minimal 60 menit hingga dingin.
  2. Setelah didiamkan , kemudian aduk rata dengan cream kocok sampai rata . Siap digunakan .
 
Cara Membuat Ganache Putih

  1. Sama dengan membuat ganache coklat hanya tambahkan cream cheese.

Cara Membuat Sirup
  1. Rebus gula dengan air mendidih. Setelah dingin di saring.

Penyelesaian
  1. Hias sponge ciklat dengan gannache coklat yang yelah didiamkan satu hari sebelumnya.lalu kocok.
  2. Setiap lapisan sponge coklat dipoles sirup dahulu, lalu lapisi dengan ganache coklat untuk lapisan pertam . Lapisan kedua dengan ganache putih dan lapisan ketiga (terakhir) disiram ganache coklat lalu beri hiasan.
 
Saran Penyajian :
Hasil jadi 1 loyang dengan ukuran 22 x 22 cm.

Black Forest Pancake



Bahan:
  300 gram Terigu Kunci Biru
  100 gram Tepung ketan
  50 gram Tepung maizena
  50 gram Cokelat bubuk
  100 gram Gula pasir
  4 butir Telur
  500 gram Susu cair
  50 gram Mentega Orchid cair
  1 gram Garam
  1 gram Vanili
 
Bahan Filling dan Topping:
  500 gram Whipped Cream
  500 gram Coklat serut
  250 gram  Buah dark cherries (cincang)
  100 gram  Cherry Merah
 
Cara Membuat Crepes:
1. Campur semua bahan dan aduk hingga rata, lalu saring dan diamkan selama 10 menit.
2. Panaskan loyang anti lengket.
3. Tuang tipis adonan ke dalam loyang, masak sampai matang 
4. Angkat dinginkan.
5. Lakukan cara yang sama sampai adonan habis.
 
Penyelesaian:
1. Ambil pancake crepes lalu poles dengan whipped cream dan buah dark cherries kemudian tumpuk kembali dengan crepes.
2. Lakukan cara yang sama sampai berlapis ± 20 layer.
3. Tutup bagian atas dan sampingnya dengan whipped cream dan taburi dengan coklat serut, hias dengan buah cherry merah di atasnya.
 

Cara Mengaduk dan Mengocok Adonan

      
           Sebagai newbie, pada saat membaca resep, terkadang kurang memperhatikan instruksi pembuatan pada resep. Itu jelas karena ketidaktahuanku, bahwa antara instruksi mengaduk dan mengocok itu ternyata berbeda. Ketika diminta mengaduk, yang aku lakukan malah mengocok! Tak heran kue-kueku berakhir bantat dengan suksesnya, hihihi.
Kocok lepas telur bisa menggunakan whisk (sxc.hu)
1. Mengocok
Yang dikocok itu biasanya telur, bisa telur utuh, kuning telur saja atau putih telur saja. Telur biasanya dikocok bersama gula, garam, atau bahan lainnya sesuai resep.
Mengocok telur harus menggunakan mixer, apalagi kalau diresepnya ditulis kocok sampai kental dan mengembang. Wah susah itu kalau tidak pakai mixer, hehehe.
Ada juga namanya kocok lepas telur. Itu artinya telur hanya dikocok pakai whisk atau garpu saja sudah cukup. Sampai kuning telur dan putih telur tercampur rata. Tidak perlu sampai kental dan mengembang.

Mengaduk
Di resep, biasanya tertulis jelas instruksi untuk mengaduk, atau aduk rata. Mengaduk itu menggunakan spatula atau sendok besar. Ada yang mengaduk dengan tetap menggunakan mixer putaran paling rendah. Kalau aku tidak berani mengaduk pakai mikser karena hasil kueku selalu bantet dengan sukses bila mengaduk dengan mixer. Aku selalu menggunakan spatula yang besar untuk mengaduk. Untuk pemula, saranku gunakan spatula untuk mengaduk, jangan pakai mixer, kecuali mau buat brownies atau kue-kue yang memang didesain untuk tampil bantet, hehehe :D
Teknik Aduk Balik
Dalam pengadukan, ada yang disebut dengan aduk balik. Aku copykan penjelasannya dari web NCC supaya lebih jelas :
Aduk-balik atau aduk-lipat (folding, to fold) adalah suatu teknik mengaduk adonan, terutama untuk mencampurkan antara adonan yang ringan dan penuh udara dengan adonan yang lebih padat dan kental. Contohnya, adonan putih telur yang sudah kaku dicampurkan ke adonan terigu-kuning telur-minyak dalam pembuatan chiffon cake.
Caranya, spatula dijalankan dari atas, memotong kedua macam adonan hingga menyentuh dasar mangkuk, kemudian menyusuri dasar mangkuk ke arah belakang, kembali ke atas sambil adonan dibalik atau ‘dilipat’ ke depan. Gerakannya seperti membalik/melipat adonan. Teknik pengadukan ini membuat udara dalam adonan yang ringan tidak keluar lagi meskipun diaduk rata.

Chocolate Lava Cake


 Chocolate Lava Cake



Bahan:
100 gram Dark chocolate compound
50 gram White chocolate compound
75 gram Butter 
100 gram Gula pasir
150 gram Telur
36 gram Kuning telur
70 gram Terigu Segitiga Biru
10 gram Cokelat bubuk
1 gram Garam
Cara Membuat:
1. Panaskan dark chocolate, white chocolate, dan butter hingga cair. 
2. Ditempat terpisah kocok telur, kuning telur dan gula pasir hingga sedikit mengental, kemudian masukkan adonan coklat cair dan aduk rata. (cukup dengan balloon whisk).
3. Masukkan terigu Segitiga Biru, coklat bubuk dan garam yang sudah diayak, aduk rata.
4. Tuang pada loyang muffin yang sudah dipoles margarin dan ditaburi coklat bubuk sebanyak 3/4 dari tinggi loyang.
5. Panggang pada suhu  220 derajat C selama 7-8 menit.

PUTRI SALJU FIESTA

             Berawal dari doyan ngemil :D ,kali ini saya akan berbagi resep membuat berbagai macam resep kue yang sempat saya dapatkan dari hasil kursus memasak di BBC (Bogasari Baking Center) ;P.T. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, Tbk * Hehehe maaf sedikit promosiin :)  .Berikut ini salah satunya

PUTRI SALJU FIESTA


Bahan:
250 gram Margarin
100 gram Butter
170 gram Gula halus
375 gram Terigu Kunci Biru
50 gram         Maizena
200 gram Kacang mede, cincang halus
 
Bahan Taburan:
150 gram Gula halus
 
Bahan Topping:
150 gram Dark chocolate compound (melt)
50 gram Kacang almond (roast,chop)
50 gram Mixed seed
50 gram Spikel/trimits
50 gram Black cookies
 
 
Cara Membuat:
1. Aduk margarin, butter dan gula halus hingga lembut.
2. Ayak terigu Kunci Biru dan maizena.  
3. Campur dengan kacang mede. 
4. Masukkan ke dalam adonan; aduk rata.
5. Istirahatkan selama 5-10 menit.
6. Timbang adonan dengan berat 8 gram, bulatkan. 
7. Kemudian pulung memanjang. Susun di atas loyang yang telah diolesi shortening putih.
8. Bakar di oven pada suhu 160 derajat C hingga matang. Angkat.
9. Setelah dingin, taburi dengan gula halus kemudian celupkan 1/2 bagian ke cokelat lalu taburi dengan kacang almond atau mixed seed, black cookies, dan trimits
read more : http://www.bogasari.com/zona-konsumen/baca-resep-bogasari.aspx?t=putri-salju-fiesta

Sumber : http://bocah-alus.blogspot.com/2013/03/membuat-emoticon-lucu-pada-komentar-blog.html#ixzz2oPhtm65W