Minggu, 26 Oktober 2014

aku mencintaimu seperti bumi mencintai mataharinya

       Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar. Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang. Namun tanpa lidah,cinta ternyata lebih terang. Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya. Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta. Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya. bagaikan keledai terbaring dalam lumpur. Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan.
        Ku mencintaimu Seperti bumi. Mencintai titah Tuhannya tak pernah lelah menanggung beban derita.Tak pernah lelah menghisap luka. Ku mencintaimu seperti matahari. Mencintai titah Tuhannya. Tak pernah lelah membagi cerah cahaya tak pernah lela menghangatkan jiwa. Ku mencintaimu seperti air mencintai titah Tuhannya. Tak pernah lelah membersihkan lara tak pernah lelah menyejukkan dahaga. Ku mencintaimu seperti bunga. Mencintai titah Tuhannya tak pernah lelah menebar mekar aroma bahagia tak pernah lelah meneduhkan gelisah nyala.

"aku mencintaimu seperti bumi mencintai mataharinya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sumber : http://bocah-alus.blogspot.com/2013/03/membuat-emoticon-lucu-pada-komentar-blog.html#ixzz2oPhtm65W